APK Perguruang Tinggi di Pulau Dewata Lebih Rendah Dibanding Nasional, ITB STIKOM Bali Canangkan Gerakan Ayo Kuliah

STAR-NEWS.ID Education – Prihatin dengan Angka Partisipasi Kasar (APK) Dikti Perguruan Tinggi di Pulau Dewata lebih rendah dibanding dengan nasional, Kampus ITB STIKOM Bali mencanangkan program Gerakan Ayo Kuliah.

Hal itu disampaikan oleh Rektor ITB STIKOM Bali Dadang Hermawan dalam acara Coffee morning bersama media yang dilanjutkan dengan pelepasan mahasiswa magang ke Jepang di Aula Kampus ITB STIKOM Bali pada Rabu, 7 Januari 2026.

Dadang memgungkapkan, APK Perguruan Tinggi di Bali hanya menyentuh 30% yang seharusnya melebihi rata-rata nasional sebesar 35%.

Selain itu, pemerintah juga telah menyiapkan skema beasiswa, baik melalui KIP Kuliah maupun beasiswa 1 Keluarga 1 Sarjana (1K1S) Pemprov Bali.

“APK rendah itu salah satunya disebabkan oleh masalah keuangan. Tapi dengan banyak skema beasiswa yang ditawarkan, seharusnya APK juga akan meningkat,” kata Dadang.

Selain skema beasiswa dari pemerintah, pihak ITB STIKOM Bali juga menyiapkan beasiswa yayasan. Besarannya variatif dari 20 persen hingga beasiswa penuh 100 persen.

Namun, untuk mencapai kesuksesan ganda, ITB STIKOM Bali juga menyiapkan skema kuliah sambil magang kerja ke luar negeri. Mahasiswa dapat menempuh perkuliahan secara daring dari negara tujuan kerja.

“Skema terakhir kuliah sambil magang kerja itu menurut saya paling sempurna. Mereka yang sudah berangkat, mayoritas pulang dengan membawa ijazah sekaligus membawa uang dari luar negeri,” ujarnya.

ITB STIKOM Bali saat ini mengelola tujuh prodi pilihan yakni, S1 Sistem Informasi, S1 Sistem Komputer, S1 Teknologi Informasi, S2 Sistem Informasi, S1 Bisnis Digital, D3 Manajemen Informatika dan Dual Degree Program.

“Karena itu saya berharap tamatan SMA/SMK di Bali melanjutkan ke pendidikan tinggi. Sekarang kan sudah tidak ada lagi hambatan, secara online juga bisa, masalah biaya sudah ada beasiswa,” jelasnya.

Dadang mengungkap frasa ‘untuk bisa kuliah harus sejahtera, untuk 1 bisa sejahtera harus kuliah’.

“Harapannya, anak-anak kita ini pada kuliah sehingga kesejahteraan masyarakat di Bali paling menonjol,” ujarnya.

Dalam kesempatan itu, ITB STIKOM Bali juga melepas 3 mahasiswa untuk kuliah dan magang di Jepang, yakni Ni Kadek Anita Setyari, Tarsisius Donrianus Topen Lanan dan Ni Made Ratih Purwasih.

Follow and share Google News