STAR-NEWS.ID Lifestyle – Warga Denpasar antusias menyerbu aneka kuliner di Island Bazaar di kawasan Kampus UID KEK Kura Kura Bali pada momentum Ramadhan 1447H. Setidaknya ada 45 UMKM yang turut berpartisipasi dalam event itu. Mayoritas UMKM yang mengisi adalah food and beverages.
Kepala Komunikasi Bali Turtle Island Development (BTID) Zefri Alfaruqy mengatakan, Island Bazaar digelar selama dua hari pada 27-28 Februari 2026, dengan target kunjungan sebanyak 250 orang per hari.
“Ada stand kuliner, handicraft, penjualan eceran dan ada juga stan untuk penggemar anabul yang ingin membeli kelengkapan hewan peliharaan mereka, tersedia di sini,” kata Zefri, saat pembukaan Island Bazaar pada Sabtu, 27 Februari 2026.
Island Bazaar sendiri merupakan program KEK Kura Kura Bali yang akan dikemas menjadi kegiatan rutin bulanan. Zefri mengatakan, di pertengahan tahun 2026, pihaknya akan melaunching outlet island bazaar secara permanen.
“Setiap bulan akan ada kegiatan seperti ini, di pekan terakhir hari Jumat dan Sabtu, selama dua hari,” ujarnya.
Dalam event itu pihaknya juga menggandeng tiga UMKM yang berkembang di Desa Serangan, Denpasar. Mereka tidak dibebani biaya sewa stan selama berlangsung bazaar
“Itu cara kami untuk membantu tetangga kami agar tumbuh bersama,” ujar Zefri.
Dia menambahkan, Island Bazaar menjadi bagian untuk memperkenalkan KEK Kura Kura Bali. Selama ini, masyarakat banyak yang belum mengetahui apa yang ada di dalam kawasan ekonomi khusus itu.
“Kita memberikan kesempatan untuk UMKM di Denpasar, kita hanya memberikan biaya sewa stan, kalau banyak yang belanja, itu rejekinya temen-temen UMKM,” ujar Zefri.
Berbagai kuliner dan masakan nusantara mulai dari nasi padang, nasi jinggo khas Bali hingga rujak bulung dan aneka jajanan serta minuman diburu warga.
Salah satu pedagang asal Desa Serangan Noni mengaku sangat tertarik bisa mengikuti Island Bazaar di KEK Kura Kura.
Noni mengangkat makanan khas Desa Serangan seperti rujak bulung, rujak buah, tipat cantok, rujak kuah pindang, dan juga kerupuk khas Serangan. Ia pun mengaku kuliner khas Serangan yang diangkat dalam Island Bazaar menjadi daya tarik bagi pengunjung.
“Harapan saya mengikuti Island Bazaar ini bisa meningkatkan perkinomian UMKM khususnya di Desa Serangan,” jelas Noni.
Sementara itu, Supri yang membawa kuliner khas Sumatera Barat yang terkenal yakni Nasi Padang, meskipun baru pertama mengikuti Island Bazaar juga mengaku sangat tertarik.
“Harapanya sih acara seperti ini bisa berkelanjutan, berkesinambungan gitu. Jadi ga cuma sekali dua kali tapi tiap bulan ada terus. Jadi kita bisa promosiin usha kita untuk meningkatkan penjualan,” ujar Supri.
Island Bazaar diharapakan mampu mendongkrak ekonomi masyarakat, dan menjadi ruang ekonomi kreatif dalam mewujudkan kawasan ekonomi khusus Kura Kura Bali sebagai ruang publik yang edukatif, masyarakat dapat menikmati hiburan sekaligus memperdalam kecintaan terhadap identitas lokal Bai.







