Wisata Olahraga BTR Ultra 2026, Ribuan Peserta Bakal Taklukkan 3 Gunung Tertinggi di Bali

STAR-NEWS ID Lifestyle – Bali Trail Running (BTR) Ultra 2026 bakal digelar di Batur Natural Hot Spring, Kintamani pada 15-17 Mei 2026. Dalam event wisata olahraga terbesar yang membutuhkan nyali tersendiri ini, peserta akan melewati 12 Desa yang ada di Kintamani, Bangli dan 3 Desa yang ada di wilayah Kabupaten Karangasem.

Selama tiga hari kegiatan, pelari harus melewatkan dua malam di alam bebas dengan jarak tempuh terjauh 100 km.

Ketua Bali Trail Running I Made Budiana mengatakan, peserta yang telah resmi mendaftarkan diri sebanyak 5.916 orang terdiri dari, 4.107 laki-laki dan 1.809 perempuan. Peserta berasal dari 62 negara.

“Pelaksanaan tahun ini tetap memperhatikan peningkatan kualitas Kegiatan, kenyamanan dan keselamatan peserta. Trail Run Pelaksanaan edisi ketujuh ini kembali menggandeng Bank Central Asia,” kata Made Budiana di Denpasar, Sabtu, 9 Mei 2026.

Olahraga ekstrim lintas alam ini melombakan beberapa kategori yaitu, 7 Km, 7 Km Kids, 18 Km, 30 Km, kategori ultra 60 Km dan 100 Km.

Race Project Director I Putu Agus Darmayuda mengatakan, tantangan peserta bukan hanya kategori jarak yang diikuti. Tapi juga medan kawasan Geopark Batur di area ikonik black lava, Gunung Batur, area Padang Pasir Culali dan hutan pinus Batur.

“Tambahan untuk kategori 60 Km akan melalui Gunung Abang, Bukit Trunyan dan Bukit Pedahan, khusus untuk kategori 100 Km juga akan melalui Gunung Agung,” kata Agus Darmayuda.

Isu yang mengemuka dalam event itu adalah soal sampah yang timbul karena melibatkan ribuan orang. Agus mengatakan, panitia berkomitmen untuk mengelola seluruh sampah dan tidak sampai ke TPS.

Persoalan sampah itu menjadi bahan evaluasi dari Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Provinsi Bali. Dalam perhelatan tahun 2025, BKSDA Bali sempat mengkritik penanganan sampah yang ada.

Kepala Balai KSDA Bali Ratna Hendratmoko mengatakan, di Bali saat ini sampah menjadi isu sangat sensitif.

“Itu menjadi bahan evaluasi pada pelaksanaan tahun 2025 dan tahun ini harus diperbaiki,” kata Moko.

BKSDA sebagai pengelola wilayah Taman Wisata Alam (TWA) Gunung Batur Bukit Payan ikut menerjunkan 20 orang untuk menjadi peserta. Sekaligus, ikut melakukan pengawasan jalannya event sport tourism tersebut.

“Ini bukan hanya tentang pengelolaan sampahnya tapi juga dimulai dari pelarinya. Saya minta bagaimana pelari ikut mencintai alam, bagaimana dia konsern terhadap sampah, itulah pemenangnya sejatinya, bukan ego podium,” kata Moko.

BTR Ultra 2026 merupakan komunitas lari lintas alam di Bali bertaraf internasional dengan misi mempromosikan sport tourism dan konservasi alam.

Follow and share Google News