STAR-NEWS ID Travel – Meskipun kunjungan wisatawan ke Bali mengalami penurunan terutama domestik, akan tetapi destinasi wisata DTW Tanah Lot tetap diburu oleh wisatawan dari berbagai daerah.
Tanah Lot mampu menyedot wisatawan asing maupun domestik lantaran memiliki daya tarik tersendiri yang tak dimiliki oleh daerah wisata lainnya. Pura di atas tebing yang berada di tengah laut, kokoh berdiri dan menjadi tempat paling ikonik di kawasan Tanah Lot ini.
Manajer Operasional Badan Pengelola DTW Tanah Lot I Wayan Sudiana mengatakan, untuk meningkatkan jumlah kunjungan, pihaknya merancang spot-spot khusus seperti, spot selfie Enjung Galuh sangat populer karena berlatar birunya lautan dan penampilan pura Tanah Lot di atas tebing batu karang.
“Spot swafoto ini sangat diminati wisatawan,” kata Sudiana, Rabu, 31 Desember 2025.
Cerita kearifan lokal dari destinasi wisata itu juga diangkat sebagai daya tarik untuk wisatawan. Terutama, cerita rakyat terkait dengan tempat dengan segala mitos yang menyertai seperti ular suci bercorak hitam putih.
Dikatakan Wayan Sudiana, kendala yang dihadapi wisatawan berkunjung ke Tanah Lot adalah kemacetan.
Menurutnya, simpul kemacetan itu terjadi di sepanjang rute dari Kerobokan hingga wilayah Canggu menuju menuju Tanah Lot.
“Pekerjaan rumah yang ada sekarang adalah mengurai kemacetan, itu yang banyak dikeluhkan oleh tour guide karena mereka sering mendapatkan komplain dari wisman,” kata Wayan Sudiana.
Namun, kondisi itu bukan satu-satunya yang memicu penurunan wisatawan ke DTW Tanah Lot, khususnya wisatawan domestik.
Dirinya melihat, penurunan wisatawan domestik sudah terlihat sejak Januari 2026. Menurutnya, banyak faktor yang membuat kondisi wisdom lesu di antaranya, kondisi perekonomian di tengah pengetatan anggaran pemerintah.
“Setiap hari kita juga mengamati apa yang terjadi di media sosial, itu cerminan bagi kami, kita tidak bisa menolak. Jadi kita harus berbenah, intinya itu,” kata Sudiana.
“Mungkin Bali perlu istirahat sebentar, mungkin kecapekan, intinya masalah kemacetan di jalan raya, secara kasat mata itu yang terlihat,” tambahnya.
Namun, menurunnya wisatawan domestik itu tak mempengaruhi target pendapatan yang dicapai di tahun 2025. Sudiana mengatakan, tahun 2025 target pendapatan sebesar Rp64.350.000.000. Target itu terlampaui menjadi Rp71.916.000.000.
“Untuk kunjungan wisatawan asing didominasi turis dari Australia,” ujarnya.
Dalam periode Natal tahun ini, kunjungan terlihat meningkat selama tiga hari berturut-turut pada Kamis, 25 Desember 2025, jumlahnya mencapai 5.893 orang per hari dan Jumat, 26 Desember 2025 mencapai 5.727 orang. Kemudian, pada Sabtu, 27 Desember 2025 angkanya tetap di kisaran 4.872 orang.






