Evaluasi Kegiatan Pendidikan, ITB STIKOM Bali Gelar RTM

STAR-NEWS.ID Education – Untuk mengevaluasi kegiatan pendidikan pada semester lalu, ITB STIKOM Bali menggelar Rapat Tinjuan Manajemen (RTM) di Kampus ITB STIKOM Bali, Denpasar pada Rabu, 28 Januari 2026.

Rektor ITB STIKOM Bali Dr. Dadang Hermawan mengatakan, RTM digelar untuk mendapatkan feedback dari setiap stakeholders di internal kampus.

“Hasil evaluasi itu akan digunakan untuk perbaikan sistem secara menyeluruh yang ada di kampus ITB STIKOM Bali,” jelas Dadang.

Dadang menjelaskan, menjelang RTM pihak kampus memberikan kuesioner kepada setiap divisi, mahasiswa, dosen hingga alumni untuk memperoleh ulasan atau masukan-masukan dari audiens.

“Masukan-masukan yang disampaikan dalam RTM ini menjadi acuan buat kami untuk memperbaiki pelayanan yang ada di ITB STIKOM Bali,” imbuhnya.

Dadang mengatakan, seluruh pemegang jabatan akan menyampaikan kendala-kendala yang selama ini dihadapi. Termasuk, kebutuhan pembiayaan dalam penelitian dosen dan mahasiswa.

Persoalan yang ditemui disampaikan secara transparan untuk dievaluasi dan dicarikan jalan keluarnya. Dalam RTM itu juga ada pembahasan terkait indeks untuk mengukur tingkat kepuasan dari sistem manajemen yang dilakukan di tahun sebelumnya.

“Jadi kita buka-bukan semuanya, termasuk Indeks kepuasan yang kita berikan kepada semua warga ITB STIKOM Bali. Saya melihat Indeks kepuasan itu dari tahun ke tahun semakin meningkat,” kata Dadang.

Ketua tim RTM ITB STIKOM Bali Ida Bagus Suradarma menambahkan, RTM menjadi babak terakhir dalam penjaminan mutu di tingkat internal Perguruan Tinggi.

Persoalan yang mengemuka akan menjadi bahan untuk pengendalian masalah kemudian ditingkatkan menjadi lebih baik lagi.

“Sampai saat ini sudah sejauh mana kita berjalan, sekalian nanti hasil evaluasinya akan ditetapkan dari pihak rektorat dalam hal ini Rektor sebagai kepala perguruan tinggi, untuk menjadi program yang akan dilaksanakan di tahun 2026 ini,” kata Ida Bagus Suradarma.

Menurut Suradarma, persoalan yang disampaikan akan sangat variatif dan sangat bergantung dengan bidang yang ada. Ia mencontohkan, salah satu case seperti riset dosen juga menjadi fokus perhatian.

“Contoh lain mungkin seperti investasi baik tinggi maupun investasi kecil akan menjadi isu penting bagi kami,” jelas Ida Bagus Suradarma.

Follow and share Google News