STAR-NEWS.ID Nasional – Masyarakat Kelurahan Desa Serangan, Denpasar menggelar agenda tahunan Bulan Bahasa Bali VIII di Kantor Kelurahan pada Selasa, 3 Februari 2026.
Lurah Desa Serangan Ni Wayan Sukanami menjelaskan, pada agenda tahunan Bulan Bahasa Bali itu digelar berbagai perlombaan yang melibatkan warga desa Serangan mulai dari pelajar sekolah dasar hingga ibu-ibu PKK yang berasal dari enam banjar di Pulau Serangan.
Adapun lomba-lomba yang digelar dan dianggarkan dari dana APBD Kelurahan Serangan yakni, lomba Nyurat Aksara atau Nulis Bali yang pesertanya dari pelajar Sekolah Dasar (SD) yang ada di wilayah Kelurahan Serangan.
“Kemudian lomba ngwacen itu pesertanya dari Sekehe Teruna yang mana dengan kategori anak SMA ataupun SMK. Terus peserta untuk lomba mesatua itu pesertanya dari ibu-ibu PKK di Banjar Adat yang ada di wilayah Kelurahan Serangan,” jelas Ni Wayan Sukanami.
Ia menyebut, pelombaan yang dilemas dalam agenda Bulan Bahasa Bali VIiI tersebut bertujuan untuk melestarikan budaya Bali, terutama dalam bahasa Bali yang merupakan bahasa ibu.
Menurutnya, meskipun bahasa ibu di Pulau Serangan masih terjaga, akan tetapi pihaknya tetap melakukan sosialisasi dan penyuluhan kepada masyarakat untuk menjaga dan melestarikan bahasa Bali yang mulai tergeser dengan kemajuan teknologi di era digitalisasi.
“Makanya sekarang ada tim-tim penyuluh dari provinsi, kemudian ditugaskan di kota untuk sebagai penyuluh bahasa Bali yang ditempatkan di masing-masing desa kelurahan,” jelasnya.
Ia berharap, bahasa Bali iselalu bisa diminati terutama dari kalangan anak-anak muda.
“Kadang-kadang yang kita takutkan mereka justru harusnya bahasa Bali mereka mengerti, kadang-kadang mereka harus kita leskan lagi bahasa Bali itu kan salah ya. Makanya kita harapkan dengan adanya Bulan Bahasa Bali ini dapat menggugah mereka untuk lebih mencintai dan mengenal budaya Bali,” ujarnya.
Salah satu peserta lomba dari kategori Masatua (Dongeng) Ni Putu Priliyanti mengungkapkan, meskipun dirinya tidak optimis untuk memenangkan lomba yang diikuti akan tetapi Putu Priliyanti mengaku senang menjadi bagian dari peserta lomba dalam Bulan Bahasa Bali yang digelar setiap bulan Februari itu.
Menurutnya, keikut sertaanya dalam rangkaian Bulan Bahasa itu untuk melestarikan dan menjaga bahasa Ibu tidak punah.
“Agar tidak punah ya bahasa Bali, karena kemajuan digital juga membuat bahasa Bali itu semakin tertinggal. Jadi dengan adanya lomba ini biar bisa lebih meningkat lagi, anak-anak juga lebih semangat untuk berbahasa Bali,” kata Apriliyanti.
Sementara itu, Bulan Bahasa Bali VIII tahun 2026 yang digelar oleh masyarakat Kelurahan Desa Serangan juga mendapatkan dukungan dari PT Bali Turtle Island Development (BTID).
Kepala Komunikasi BTID Zefri Alfaruqy mengatakan, dukungan BTID terhadap kegiatan Bulan Bahasa Bali di Kelurahan Serangan merupakan wujud komitmen PT BTID untuk tumbuh bersama masyarakat.
‘Kehadiran kami di sini adalah bentuk komitmen nyata dalam mendukung program Pemerintah Provinsi Bali, khususnya dalam pelestarian bahasa, aksara, dan sastra Bali,” jelas Zefri.
Ia berharap, melalui kegiatan ini, literasi Bali tetap menjadi identitas yang kuat bagi setiap generasi di Bali khususnya masyarakat di Desa Serangan.
“Kami berkomitmen untuk terus bersinergi dengan pemerintah dan masyarakat dalam menjaga kelestarian budaya Bali,” ucapnya Zefri.







