STAR-NEWS ID Lifestyle – Sepuluh sastrawan muda menembus Emerging Writers Ubud Writers & Readers Festival (UWRF) 2026. Mereka berasal dari seluruh wilayah Indonesia.
Sepuluh penulis terpilih akan mengikuti rangkaian pembekalan dan pelatihan, sebelum karya-karya mereka diterbitkan dalam antologi tahunan dan diluncurkan di UWRF 2026 yang akan berlangsung pada 21-25 Oktober 2026 mendatang.
Kesepuluh penulis itu masing-masing, Ajen Angelina (Ruteng), Arianto Adipurwanto (Lombok), Carisya Nuramadea (Bogor), Dhias Nauvaly (Yogyakarta), Galuh Ginanti (Denpasar).
Hamran Sunu (Palopo), IRZI (Jakarta), Jein Oktaviany (Bandung), Nityasa Wijaya (Gianyar) dan R. Abdul Azis (Bandung).
Selama periode penerimaan karya, 5 Agustus hingga 29 November 2025, jumlah karya yang masuk sebanyak 634 tulisan.
“Penulis perempuan masih mendominasi 367 penulis, 256 penulis laki-laki dan 11 penulis memilih tidak menyebutkan identitas gendernya,” kata kurator Cyntha Hariadi, Jumat, 16 Januari 2026.
Tahun ini, UWRF menerima cerita pendek yang secara beragam merespons dinamika Indonesia kontemporer. Isu yang dikembangkan terkait kelokalan, relasi sosial, sejarah, hingga realitas masyarakat digital.
Ia mengatakan, keberagaman tema menjadi pertimbangan seleksi karya tahun ini. Cyntha mengatakan, kurator mencatat kemunculan isu-isu seperti perampasan lahan, lingkungan, gender, serta kehidupan digital.
“Karya cerpen yang terpilih lahir dari situasi kemanusiaan yang penuh ketegangan dan ketidakpastian,” ujarnya.
Jumlah pendaftar terbanyak berasal dari Jawa Barat. Tahun ini, UWRF juga mencatat peningkatan partisipasi penulis dari Bali, dengan total 40 pendaftar.
Pendiri dan Direktur UWRF Janet DeNeefe mengatakan, penulis yang terpilih dinilai sebagai bagian penting dari regenerasi sastra Indonesia.
“Kami ingin memastikan suara-suara baru terus tumbuh, menemukan pembacanya, dan berkontribusi secara berkelanjutan lintas generasi,” kata Janet.







