STAR-NEWS.ID Ekonomi – Perkembangan teknologi kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI) saat ini telah merambah ke berbagai sektor termasuk bidang jurnalistik.
Merespon hal itu, Bank Indonesia Provinsi Bali berupaya untuk mendorong peningkatan kapasitas dan kompetensi wartawan ekonomi di Bali melalui program kegiatan capacity building yang digelar di Ibu Kota Nusantara (IKN), Kalimantan Timur pada 1-3 Oktober 2026.
Kepala Divisi Implementasi KEKDA Kanwil Bank Indonesia Provinsi Bali Renold Asri mengatakan, kegiatan capacity building kali ini bertema tematik tentang cara mengoptimalkan AI dalam pemberitaan jurnalistik.
“Kebetulan saat ini temanya adalah bagaimana mengoptimalkan AI dalam rangka pemberitaan jurnalistik dari teman-teman media, sehingga berita-berita yang dihasilkan dari penggunaan tools-tools AI itu memberikan manfaat pemberitaan yang lebih tajam, terukur dan juga memberikan manfaat buat target pembacanya,” kata Renold Asri di IKN Kalimantan Timur pada Jumat, 2 Oktober 2026.
Renold Asri menambahkan, penggunaan tools AI saat ini sudah masif, antara lain bisa melakukan analisa, hingga menggantikan berbagai tugas. AI juga bisa digunakan untuk menciptakan berita yang disukai oleh masyarakat atau target pembacanya dengan tetap berpedoman terhadap kaidah jurnalistik.
“Saya yakin semua wartawan di Indonesia sekarang sudah mulai banyak menggunakan AI ya. Dan kita tidak boleh ketinggalan tentang hal itu. Persaingan makin semakin ketat, sehingga penggunaan AI memang mau tak mau kita gunakan untuk kepentingan jurnalistik,” ujarnya.
Perubahan Pencarian pada Website di Era Perkembangan AI
General Manajer Teknologi dan Informasi Bisnis Indonesia Didit Ahendra Susanto mengungkapkan, perubahan yang terjadi pada website media bukan tentang algoritma atau mesin pencarian, melainkan tentang bagaimana user mencari informasi secara digital.
Sebelumnya, orang mencari informasi menggunakan Search Engine (SEO) yakni dengan mencari kata kunci sederhana. Sedangkan target SEO agar website bisa muncul paling atas pada google search, supaya bisa berpotensi diklik oleh user.
Sementara saat ini pencarian informasi dilakukan dengan bertanya menggunakan pertanyaan yang lebih kompleks menggunakan AI Platform Generative Engine Optimization (GEO). GEO merupakan konsep, bagaimana artikel bisa dikutip atau disebut dalam sistem layar engine Gemini, ChatGPT dan lainya untuk menjawab pertanyaan user.
“Kalau dulu ngetik di SEO atau di Google buka wisata Bali, enter, udah banyak. Terus kemudian kita klik satu, kemudian kita balik lagi, klik lagi tautan yang kedua, begitu seterusnya. Tapi kalau sekarang, di zaman sekarang, di platform GEO, yang ditanya adalah sudah berbentuk ada konteksnya apa,” kata Didit.
Didit menjelaskan, di era teknologi kecerdasan buatan yang semakin berkembang, konsep AI atau GEO, harus memenuhi bagaimana karya yang dihasilkan oleh insan pers bisa menjawab pertanyaan yang kira-kira atau kemungkinan besar ditanyakan oleh orang.
“Jadi apa yang dilakukan oleh GEO sekarang ketika Google, Gemini, ChatGPT, AI Overview, Claude, gitu. Ketika kita tanya, apa yang dilakukan ketika orang meng-input prompt, mesin akan mencari dan memahami ini orang tanya apa ya, konteksnya apa. Terus kemudian setelah dia tahu konteksnya apa, dia akan mencari data yang ada di engine-nya dia,” jelasnya.
Ia menambahkan pada GEO, jawaban sintesis informasi diperoleh dengan mengumpulkan data kemudian memberikan rangkuman jawaban yang dibutuhkan oleh user.
“Dia punya data learning, terus kemudian kalau dia kurang lengkap, merasa kurang lengkap, dia akan browsing ke website-website yang ada di Indonesia,” imbuhnya.
Mengapa Traffic pada Website Bukan Lagi Indikator Utama di Era GEO?
Didit mengungkapkan, dalam era Generative Engine Optimization (GEO), penurunan jumlah klik atau traffic ke situs web tidak selalu menandakan sebuah artikel memiliki kualitas yang buruk, namun kata Didit,artikel itu kemungkinan bekerja atau berhasil di GEO nya, yang banyak dikutip oleh mesin pencari, sehingga dari sisi technical atau click serta page views mengalami penurunan.
“Jadi, teman-teman sebenarnya kalau ditanya, saya stres gitu ya, karena traffic turun, enggak usah khawatir. Maksudnya, belum tentu itu artikel kita jelek. Karena bisa jadi banyak orang melihat artikel kita melalui mesin generatif AI tadi. Dari ChatGPT maupun Gemini, bisa jadi kayak gitu,” jelas Didit.
Dikatakan Didit, GEO juga berpotensi meningkatkan brand awareness pada sebuah website. Ketika artikel pada situs web secara konsisten dikutip oleh mesin pencari generatif, kredibilitas dan keandalan merek tersebut akan makin meningkat di mata publik.
“Kalau misalkan artikel kita sering dikutip oleh mesin pencari generatif, itu orang jadi aware terhadap brand kita. Oh, ini Kabar Bali nih, pasti ada artikel ini. Ketika semakin lama semakin banyak artikel kita dikutip, maka orang ketika suatu hari ingin melihat informasi atau mencari informasi, dia langsung saja ke website-nya. Itu namanya direct traffic.Jadi brand kita akan semakin dikenal orang, terus orang jadi percaya,” ujarnya.
Menurutnya, direct traffic lebih berkualitas daripada referral search engine traffic atau referral traffic lantaran brand website tersebut sudah dikenal oleh pembaca.
Untuk itu, Didit berharap, dengan memanfaatkan alat-alat AI tersebut bisa menghasilkan pemberitaan yang makin berbobot dan memberikan nilai tambah bagi masyarakat luas.
Bagaimana Generative Engine Optimization Kerja untuk Situs Web?
Didit Ahendra menjelaskan, terdapat lima konsep bagaimana Generative Engine Optimization (GEO) bekerja pada website, dari konten berkualitas hingga menjadi rujukan dalam jawaban AI.
1. Creative Quality Content
Buat konten yang relevan, mendalam, terstruktur dan terpercaya serta menjawab pertanyaan pengguna.
2. AI Crawls and Understand
AI platform menjelajahi website, memahami konten dan menilai kredibilitasnya, antara lain, konten mudah di crawl, struktur dan metadata jelas, sinyal kredibilitas dan konsisten.
3. Content is Used ib AI Answer
Konten akan diambil oleh AI platform dan dikutip dalam jawaban AI sesuai dengan konteks pertanyaan.
4. Citation Build Brand Awareness
Nama Brand akan ditampilkan sebagai sumber dalam jawaban AI, meningkatkan visibilitas dan kepercayaan.
5. Drives Direct Traffic
Pengguna yang tertarik akan mencari langsung nama brand dan mengunjungi website secara langsung.







