STAR-NEWS.ID Lifestyle – Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Kura Kura Bali resmi mengoperasikan area komersial Sira Village Grand Outlet Bali pada Jumat, 31 Juli 2026.
Berada di lahan 4,8 hektar, kawasan ritel bernilai investasi sekitar Rp1,5 triliun atau setara US$85 juta ini menjadi bagian dari strategi integrasi KEK Pariwisata untuk memperkuat ekosistem ekonomi kreatif dan menarik devisa ke Indonesia.
Plt. Sekertaris Jendral Dewan Nasional KEK, Rizal Edwin Manansang mengungkapkan, secara nasional, sektor pariwisata ditargetkan mampu menyumbang hingga 5% terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) pada 2029, dengan proyeksi pendapatan devisa mencapai US$39,4 miliar.
“Pengembangan KEK Kura Kura Bali menjadi salah satu sarana dalam upaya penyerapan investasi strategis guna mengejar target tersebut,” jelas Edwin.
Di tengah dinamika global yang terus berkembang, pariwisata memiliki peran penting dalam mendorong pertumbuhan ekonomi dan memberikan manfaat langsung kepada masyarakat.
Edwin menambahkan, pengembangan KEK pariwisata berfokus pada peningkatan daya saing Indonesia di tingkat regional, terutama dalam memperebutkan pangsa pasar wisatawan global dan investor asing.
“Bagaimana kita meningkatkan daya saing untuk menarik masuknya wisatawan asing maupun investor. Kita berhadapan dengan kompetitor kawasan seperti Malaysia, Thailand, dan Filipina,” ujar Edwin.
Secara kumulatif, seluruh KEK di Indonesia hingga saat ini telah mencatatkan realisasi investasi sebesar Rp353 triliun serta menyerap lebih dari 280.000 tenaga kerja.
Konsep Outlet Mall, Menggabungkan Brand Internasional dengan Ekosistem UMKM Lokal
Sira Village menerapkan konsep outlet mall berkapasitas 130 unit usaha di atas lahan seluas 4,8 hektar. Model outlet mall mengandalkan strategi penetapan harga kompetitif yang terjangkau melalui barang-barang pasokan langsung produsen, kelebihan stok atau koleksi musim sebelumnya dengan tingkat diskon berkisar antara 15% hingga 70%.
Presiden Direktur Grand Outlet Bali, Tantowi Yahya, menjelaskan, diversifikasi tenant di kawasan tersebut menggabungkan brand internasional dengan ekosistem UMKM serta rantai pasok lokal.
“Ritel ini diisi oleh sekitar 104 tenant operasional awal dari target 130 kapasitas. Model ini mempertemukan merek internasional berdampingan dengan produk terkurasi dari UMKM lokal, kerajinan, hingga kuliner Bali,” jela Tantowi.
Penyerapan tenaga kerja dari pengoperasian kawasan ritel ini diproyeksikan mencapai sekitar 1.000 orang, dengan prioritas pekerja lokal dari kawasan sekitar destinasi.
Tantowi menambahkan, selain menawarkan lebih dari 100 brand premium ternama dengan penawaran spesial sepanjang tahun, Sira Village dilengkapi layanan informasi jadwal penerbangan atau live flight information yang memungkinkan pengunjung memantau status penerbangan secara langsung sambil berbelanja, bersantap, atau menikmati panorama pesisir Bali.
Selain itu juga terdapat layanan shuttle gratis menuju Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai.
“Kehadiran Sira Village diharapkan semakin mendorong belanja wisatawan tetap berputar di dalam negeri, sekaligus memperpanjang lama tinggal (length of stay) wisatawan di Bali,” ujarnya.







