STAR-NEWS.ID Nasional – Warga binaan Pemasyarakatan (WBP) Lapas Perempuan Kelas IIA Kerobokan antusias mengikuti pelatihan tata rias salon pada peringatan Hari Kartini, Selasa 21 April 2026.
Kegiatan pelatihan diisi dengan tata cara menyanggul ala Bali dan make up dilanjutkan dengan fashion show berkebaya Bali yang menampilkan kreativitas dan kepercayaan diri warga binaan.
Kegiatan juga dimeriahkan dengan penampilan tari adat nusantara yang dipersembahkan oleh warga binaan Lapas Perempuan Kerobokan.
Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Bali Decky Nurmansyah menyampaikan, pembinaan berkelanjutan bagi warga binaan perempuan merupakan bagian dari upaya reintegrasi sosial.
‘Kesempatan kali ini adalah sebetulmya refleksi dari pada bagaimana kita memberikan sebuah triger, pemantik, semangat dan kreatifitas, kita sama-sama tau yang ada di sini adalah warga binaan dan ini semua maaf dengan segala hal permasalahanya adalah juga keluarga kita,” ujar Decky Nurmansyah.
Tak hanya itu, pada peringatan Hari Kartini, warga binaan juga mendapatkan sosialisasi dan pelatihan yang menghadirkan narasumber dari Yayasan Brahmakunta Bali dengan materi :Perempuan Berdaya Menuju Indonesia Emas 2045” serta ‘Habis Gelap Terbitlah Terang’ yang memberikan motivasi dan wawasan kepada warga binaan untuk terus berkembang.
Kepala Lapas Perempuan Kelas IIA Kerobokan, Ni Luh Putu Andiyani, menyampaikan bahwa peringatan Hari Kartini ini menjadi momentum penting dalam membangun semangat, keterampilan, dan kepercayaan diri warga binaan.
“Melalui kegiatan ini, kami berharap warga binaan dapat terus mengembangkan potensi diri, meningkatkan keterampilan, serta memiliki bekal positif untuk kehidupan yang lebih baik setelah menjalani masa pembinaan,” kata Ni Luh Putu Andiyani.
Sementara itu, Kepala Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Provinsi Bali, A.A. Sagung Mas Dwipayani menyampaikan, semangat Kartini adalah semangat untuk terus bergerak, belajar, berdaya, dan berkontribusi.
“Melalui momentum ini, diharapkan terjalin kolaborasi yang semakin kuat antara pemerintah, lembaga masyarakat, dunia usaha, dan seluruh pemangku kepentingan agar pemberdayaan perempuan dapat memberikan dampak nyata,” kata Dwipayani.
Pihaknya juga mengajak seluruh perempuan untuk tetap percaya diri, terus mengasah kemampuan, dan berani bermimpi. Perempuan yang berpendidikan, terampil, dan mandiri akan menjadi kekuatan besar bagi keluarga serta kemajuan daerah dan bangsa.







