Situasi Kembali Kondusif, DTW Jatiluwih Aman Dikunjungi oleh Wisatawan

STAR-NEWS. ID Tourism -Pasca pencopotan seng yang menutupi hamparan sawah berundak di Daerah Tujuan Wisata (DTW) Jatiluwih, saat ini kondisi kawasan wisata alam yang menjadi warisan budaya dunia ini telah kembali kondusif dan aman untuk dikunjungi.

Hal itu diungkapkan oleh Manager DTW Jatiluwih John Ketut Purna usai perayaan HUT Ke-55 ASITA di Denpasar, Rabu, 7 Januari 2025.

Menurutnya, dampak protes yang dilakukan oleh sejumlah petani dengan memberi pagar seng di area sawah berundak itu berdampak signifikan terhadap kunjungan wisatawan terutama wisatawan mancanegara.

John menyebut, sejak keindahan sawah berundak di Kaki Gunung Batu Karu itu ditutup dengan seng, kunjungan wisatawan selama Desember 2025 menurun hingga 80%.

“Sebenarnya tiga wholeseller Jerman sudah memblokir tidak ke Jatiluwih dan Prancis juga, sebagian wholeseller Prancis juga tidak menjual Jatiluwih,” kata John.

Menurutnya keselamatan dan adanya seng yang menutupi keindahan Jatiluwih menjadi alasan utama travel agent luar negeri untuk tidak menjual Jatiluwih kepada wisatawan.

Wisatawan mancanegara di Jatiluwih – Foto: Star-News.id

Dikatakan John, untuk memulihkan kunjungan wisatawan memerlukan waktu 3-6 bulan. Untuk itu, pengelola DTW Jatiluwih saat ini kembali gencar mempromosikan kondisi Jatiluwih yang telah kondusif kepada seluruh travel agent.

Ia juga meminta seluruh travel agent, ASITA dan paguyuban pariwisata lainnya untuk kembali menjual wisata Jatiluwih kepada wisatawan asing maupun domestik.

“Mudah-mudahan nanti teman-teman di ASITA agar menyampaikan ke partnernya yang di luar negeri untuk menginfornasikan bahwa Jatiluwih sudah kondusif, aman-aman saja dan tidak ada seng lagi di sini,” ujarnya.

Di sisi lain, Ia juga berharap, masyarakat Jatiluwih terutama petani untuk tidak mudah terhasut oleh kepentingan pribadi orang yang mengatasnamakan petani untuk merusak citra Jatiluwih di mata dunia.

Follow and share Google News