STAR-NEWS.ID Bisnis – Dengan luas sekitar 498 hektare, Kura Kura Bali merupakan bagian dari Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) yang ditetapkan pemerintah pada 2023 dengan fokus pada sektor pariwisata dan pendidikan.
Seiring dengan posisi Bali yang terus berkembang sebagai destinasi pariwisata sekaligus lokasi bagi kegiatan pendidikan, bisnis dan investasi internasional, Kura Kura Bali dikembangkan secara bertahap.
Sejumlah fungsi yang direncanakan akan melengkapi aktivitas di dalam kawasan antara lain living, lifestyle, learning, leisure, longevity, dan landscape.
Di sektor pendidikan, ACS Bali telah beroperasi sejak 2025. Sekolah tersebut menerapkan kurikulum internasional, termasuk International Baccalaureate (IB), dan menjadi salah satu institusi pendidikan internasional yang hadir di kawasan Kura Kura Bali.
Dari sisi lifestyle, Sira Village Grand Outlet Bali resmi dioperasikan pada 31 Juli 2026, yang menghadirkan sekitar 130 toko dan menjadi salah satu fasilitas komersial terbaru di kawasan.
Berlokasi sekitar 20 menit dari Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai, Sira Village menggabungkan brand internasional dengan sejumlah brand lokal Bali. Selain area ritel, kawasan ini dilengkapi berbagai fasilitas pendukung, termasuk pilihan kuliner, area bermain, serta fasilitas penitipan bagasi.
Sementara itu, pengembangan hunian juga terus berlangsung. BTID saat ini membangun sejumlah vila dan tengah menjajaki kerja sama dengan operator hotel internasional untuk pengembangan fasilitas hospitality di kawasan.
Presiden Direktur BTID Tuti Hadiputranto, dalam pemberitaan Nikkei Asia menjelaskan, pengembangan kawasan diarahkan untuk menciptakan lingkungan dengan kualitas hidup yang baik, sekaligus menjaga keseimbangan antara pembangunan ekonomi, budaya Bali dan lingkungan.
Pendekatan tersebut juga tercermin dalam perlakuan terhadap area konservasi di bagian timur Pulau Serangan yang menjadi habitat penyu.
“Area tersebut tetap dipertahankan dan tidak dikembangkan secara intensif,” jelas Tuti Hadiputranto, di Denpasar, Selasa, 18 Agustus 2026.
Tuti menyebut, KEK Kura Kura Bali dikembangkan dengan mempertimbangkan karakter Pulau Serangan dan identitas Bali.
“Unsur budaya lokal dan kondisi lingkungan menjadi bagian dari perencanaan kawasan, termasuk dalam pengembangan fasilitas komersial dan ruang-ruang publik,” ujarnya.







