Resmi Dibuka, Bali Interfood Gandeng UMKM, Gelar Seleksi Koki Gelato hingga Perluas Cakupan ke Sektor Hospitality

STAR-NEWS.ID LifestyleBali Interfood 2026 yang mempertemukan pelaku industri makanan dan minuman (F&B), hospitality, hingga teknologi dan solusi bisnis dalam satu ekosistem itu resmi digelar di Bali Nusa Dua Convention Center (BNDCC) pada Rabu, 2 September 2025.

CEO Krista Exhibitions, Daud D. Salim, mengatakan, Bali memiliki posisi yang strategis dalam perkembangan industri F&B nasional. Pertumbuhan sektor pariwisata,
hotel, restoran, kafe serta bisnis kuliner di Bali terus menciptakan kebutuhan terhadap produk, bahan baku, peralatan, teknologi dan solusi industri yang semakin beragam.

Menurutnya, Bali bukan hanya destinasi wisata, tetapi juga merupakan salah satu pusat pertumbuhan bisnis hospitality dan kuliner di Indonesia.

“Untuk itu, Bali Interfood kami hadirkan sebagai platform yang mempertemukan kebutuhan industri dengan inovasi dan peluang bisnis, sekaligus membuka ruang yang lebih luas bagi pelaku usaha lokal dan UMKM untuk berkembang dan terhubung dengan pasar yang lebih luas,” kata Daud D Salim saat pembukaan Bali Interfood 2026 di Nusa Dua, Bali, Rabu, 2 September 2026,

Bali Interfood 2026 yang memasuki tahun ke-7 diikuti oleh 110 peserta di antaranya 35 UMKM, IKM makanan, minuman, produk olahan dan juga beberapa industri cokelat dari Pulau Bali .

“Juga produk sayur-sayuran yang segar yang diproses dan ditanam di Pulau Bali dan juga disuplai ke industri hospitality, perhotelan, restoran yang ada di Pulau Bali,” ujarnya.

Bali Interfood 2026 Hadirkan Indonesian Selection Gelato World Cup

Selain pameran, Bali Interfood 2026 juga menggelar kompetisi bertaraf internasional yakni, penyeleksian para koki untuk gelato yang akan berkompetisi melawan 10 negara di Krista Interfood pada November mendatang.

Salim mengatakan, peserta yang mengikuti seleksi koki untuk gelato tak hanya berasal dari Bali, akan tetapi juga dari Pulau Jawa, Jakarta, Semarang, Surabaya.

“Lebih banyak memang dari Pulau Jawa dan Bali yang ikut lomba. Pemenangnya nanti akan dilombakan melawan internasional,” kata Salim.

Indonesian Selection for Gelato World Cup akan menggunakan bahan lokal berstandar internasional yang diwadahi oleh ahli gelato berbahan lokal yakni, Association Chef Professionals seperti, IPBS dan Indonesia Pastry Bakery Society.

“Jadi contohnya lokal kita mempunyai nanas, atau kita punya pepaya, atau durian, itu harus dipergunakan. Nggak bisa pakai pistasio, pistasio bukan dari Indonesia contohnya, ya,” jelas Salim.

Tak hanya itu, dalam kompetisi, sang koki atau chef harus menceritakan alasan, asal usul bahan yang dipilih hingga menjelaskan proses pembuatan.

“Misalnya nangka, misalnya pepaya, misalnya durian. Jadi dia mesti cerita. Jadi koki-nya, chef-nya itu mesti cerita kenapa dia pilih ini, asal-usulnya bagaimana, dan diolahnya bagaimana. Jadi sambil dia buat, dia harus bercerita. Dan itu semua akan dinilai,” kata Salim.

Pengunjung dapat menyaksikan kompetisi sekaligus mengikuti berbagai workshop yang menghadirkan teknik dan kreativitas para profesional gelato.

Rangkaian program tersebut antara lain Gelato Workshop Coconut Mango Dessert, Mixologist Workshop Morello Cherry Gelato, Gelato Competition, Gelato Workshop Sorbet Lollies, serta Mixologist Workshop Blood Orange Sorbet.

Promosikan Wisata Indonesia dengan Hospitality dalam Bali Interfood 2027

Salim mengungkapkan, penambahan tema hospitality dalam Bali Interfood yang akan datang lantaran, Pulau Seribu Pura ini merupakan pulau yang menjadi destinasi unggulan di industri pariwisata, baik dari dalam negeri maupun internasional. Dan Bali memegang peran yang penting untuk mempromosikan industri wisata di Indonesia.

“Maka kita menambahkan tema hospitality sehingga lebih banyak lagi yang mendukung dan mensukseskan acara Bali Interfood dan hospitality kedepanya,” kata Salim.

Ke depan, Bali Interfood dan hospitality juga akan menghadirkan pelaku IKM yang telah dikurasi.

“Teman-teman IKM yang memproduksi bukan hanya makanan-minuman kalau sudah ke hospitality, termasuk juga sabun, termasuk juga skin care untuk spa dengan hotel. Itu juga akan ditampilkan nanti tahun depan ya, akan lebih luas lagi di acara Bali Interfood & Hospitality tapi 2027 nanti yang hospitality-nya,” jelas Salim.

Kolaborasi tersebut memperkuat posisi Bali Interfood sebagai ruang pertemuan berbagai kepentingan dalam industri F&B dan hospitality.

Follow and share Google News