STAR-NEWS.ID Education – Academy of Pastry and Culinary Arts (APCA) Indonesia resmi membuka APCA Bali dengan kelas perdana pada 12 Oktober 2026.
Kehadiran kampus baru di Bali menjadi bagian dari komitmen APCA untuk membuka lebih banyak akses terhadap pendidikan culinary dan pastry profesional bagi talenta Indonesia, sekaligus memperkuat jalur menuju industri hospitality dan kuliner internasional.
Program APCA Indonesia menggunakan kurikulum progresif dengan sekitar 90% hands-on training, didukung kelas berukuran relatif kecil agar siswa mendapatkan mentoring dan feedback yang lebih personal dari chef instructor.
Untuk program full-time, APCA memiliki program Advanced Diploma in Pastry & Bakery Arts serta Advanced Diploma in Culinary Arts, yang dirancang selama sembilan bulan. Program intensif APCA mencakup sekitar 1.440 jam hands-on training.
Pada program pastry dan bakery, siswa mempelajari kemampuan dari level dasar hingga advanced, termasuk boulangerie, viennoiserie, modern French pastry, plated dessert, cake decoration, chocolate and pralines, artisan and sourdough breads, gelato hingga chocolate display dan sugar arts.
Sementara program Culinary Arts dirancang untuk memberikan fondasi hingga metode lanjutan bagi siswa yang ingin berkembang di lingkungan professional kitchen, termasuk pemahaman berbagai gaya memasak, international cuisines dan kombinasi rasa.
Director & Executive Pastry Chef APCA Indonesia Chef Louis Tanuhadi mengungkapkan, pendidikan profesional di bidang culinary dan pastry tidak hanya berbicara mengenai kemampuan teknis. APCA menerapkan pendekatan pendidikan yang menempatkan praktik sebagai bagian utama proses belajar.
“Kami ingin siswa APCA tidak hanya bisa memasak atau membuat pastry dengan baik. Mereka perlu memahami disiplin, kreativitas, konsistensi, dan standar profesional yang dibutuhkan ketika masuk ke industri,” kata Chef Louis Tanuhadi di Jimbaran, Bali, Jumat, 25 September 2026.
Ia menambahka, pembukaan APCA Bali juga membawa peluang untuk mendekatkan proses pendidikan dengan salah satu ekosistem hospitality terkuat di Indonesia.
“Bali memiliki industri hospitality yang sangat dinamis dan terhubung dengan pasar internasional. Kehadiran APCA Bali kami harapkan bisa membuka lebih banyak jalan bagi anak-anak muda Indonesia untuk belajar secara serius, mendapat exposure yang lebih luas, dan membangun karier hingga ke level internasional,” jelasnya.
Selain pembelajaran di kampus, APCA memiliki jaringan yang membuka kemungkinan internship di Indonesia maupun luar negeri, serta peluang memasuki industri seperti hotel bintang lima, Michelin juga fine-dining restaurant, bakery, dan patisserie setelah menyelesaikan program.
APCA juga secara aktif menggunakan kompetisi sebagai bagian dari pengembangan talenta. Dalam berbagai tahun, APCA Indonesia dan jaringan APCA telah mencatat prestasi di kompetisi pastry, culinary, gelato, dan chef competition di Indonesia maupun tingkat internasional.
Sementara itu, Bali dipilih sebagai lokasi kampus, lantaran posisinya sebagai salah satu pusat hospitality dan kuliner paling internasional di Indonesia, dengan ekosistem hotel, restoran, resort, dan pelaku industri yang terus berkembang.







