Hadapi Ancaman Perubahan Iklim, Perum Bulog Berikan Asuransi Pertanian bagi Petani di Tabanan

STAR-NEWS.ID Nasional – Kabupaten Tabanan, Bali merupakan salah satu daerah agraris utama di Provinsi Bali dengan luas lahan pertanian sekitar 19.000–23.000 hektare yang didukung oleh sistem subak.

Mayoritas masyarakatnya menggantungkan hidup pada sektor pertanian, sehingga diperlukan upaya mitigasi risiko yang terstruktur dan berkelanjutan untuk menjaga keberlangsungan usaha tani serta kesejahteraan petani.

Untuk meningkatkan pemahaman dan kesadaran petani terhadap pentingnya perlindungan risiko usaha tani, khususnya dalam menghadapi ancaman gagal panen akibat perubahan iklim, serangan organisme pengganggu tanaman (OPT), serta bencana alam, Perum Bulog menggelar sosialisasi Asuransi Pertanian bagi petani.

Direktur SDM dan Transformasi Perum Bulog Sudarsono Hardjosoekarto menjelaskan, melalui Program TJSL Bulog Peduli Petani, Bulog melakukan uji coba sosialisasi dan penerapan asuransi pertanian berbasis perubahan iklim atau asuransi parametrik di Kabupaten Tabanan serta beberapa daerah lainnya.

Skema ini dikombinasikan dengan asuransi konvensional (indemnity) untuk memberikan perlindungan yang lebih optimal bagi petani, dengan mekanisme klaim yang sederhana dan cepat berbasis parameter iklim seperti curah hujan dan suhu.

“Melalui perlindungan produksi petani, Bulog berkepentingan menjaga keberlanjutan pasokan padi dan beras nasional. Pada tahap uji coba ini, premi asuransi ditanggung penuh oleh BULOG agar petani dapat langsung merasakan manfaatnya,” jelas Sudarsono di Tabanan, Bali pada Rabu, 28 Januari 2026.

Sementara itu, Kepala Dinas Pertanian Pemerintah Kabupaten Tabanan I Made Subagya menyampaikan, asuransi parametrik yang diberikan oleh Bulog, sebagai bentuk perlindungan baru bagi petani menghadapi dampak perubahan iklim.

Menurutnya, program ini menjadi pelengkap dari skema asuransi pertanian yang telah berjalan dan akan dilaksanakan secara selektif melalui kelompok tani (gapoktan) yang aktif dan produktif.

“Sebagai pilot project, program ini sangat strategis untuk menjadi dasar evaluasi dan rujukan kebijakan ke depan, sehingga petani dapat memperoleh perlindungan usaha tani yang lebih komprehensif dan berkelanjutan,” kata Made Subagya.

Sosialisasi Asuransi Pertanian mencakup manfaat asuransi pertanian sebagai perlindungan finansial, tata cara pendaftaran, proses klaim, serta pentingnya sikap antisipatif dalam menghadapi berbagai risiko usaha tani.

Melalui pemahaman tersebut, petani diharapkan memiliki jaring pengaman yang memadai agar aktivitas pertanian tetap berjalan secara berkelanjutan.

Follow and share Google News