STAR-NEWS.ID Ekonomi – Kabupaten Badung, Bali memiliki peran strategis dengan bobot 23,6% dalam penghitungan inflasi Bali. Hal itu diungkapkan oleh Deputi Kepala Perwakilan BI Bali, Ronald D. Parluhutan saat High Level Meeting (HLM) TPID Kabupaten Badung pada Kamis, 5 Maret 2026.
Ia mengapresiasi perhatian besar pemerintah daerah untuk menjaga inflasi Badung tetap terjaga dalam sasaran 2,5±1% di tahun 2026.
Secara historis inflasi bulanan Bali menjelang HBKN Nyepi dan Ramadan-Idul Fitri cenderung meningkat.
“HLM TPID yang dilakukan hari ini adalah salah satu upaya memperkuat sinergi lintas perangkat daerah dalam menjaga stabilitas harga pangan,” kata Ronald.
Inflasi Badung pada Februari 2026 sebesar 1,04% (mtm) dipicu oleh meningkatnya permintaan jelang Ramadan serta kendala pasokan akibat cuaca.
Meskipun inflasi bulanan (mtm) Badung merupakan yang tertinggi di Bali, namun secara tahun kalender (ytd) angka tersebut masih terkendali di level 0,25%.
“Beberapa komoditas yang perlu diwaspadai menjelang IdulFitri dan Nyepi antara lain cabai rawit, beras, daging ayam ras, bawang merah, dan canang sari,” kata Kepala BPS Badung Made Bimbo Abdi Suardika.
Wakil Bupati Badung, Bagus Alit Sucipta, mengapresiasi koordinasi TPID yang solid dalam menjaga stabilitas inflasi selama setahun masa kepemimpinannya bersama Bupati I Wayan Adi Arnawa.
Ia menekankan semangat gotong-royong dalam menjaga stabilitas harga dan secara khusus menginstruksikan jajarannya untuk mencari solusi permanen bagi komoditas cabai yang kerap menjadi penyumbang utama inflasi.
Bank Indonesia bersama dengan Pemerintah Kabupaten Badung berkomitmen untuk memastikan pengendalian inflasi di Kabupaten Badung berjalan optimal untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat serta mendukung pertumbuhan ekonomi Bali yang tinggi, inklusif, dan berkelanjutan.






