BTID Tegaskan Evaluasi KKP Fokus pada Kepatuhan dan Pemulihan Lingkungan, Tidak Terkait Marina

STAR-NEWS.ID Nasional – PT Bali Turtle Island Development (BTID) menerima kunjungan kerja dari Direktorat Jenderal Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan (Ditjen PSDKP) Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) di salah satu lokasi dalam kawasan BTID pada Kamis, 7 Mei 2026.

Kunjungan ini merupakan bagian dari koordinasi rutin untuk memastikan pemanfaatan ruang laut dan pesisir berjalan sesuai dengan koridor regulasi yang berlaku demi menjaga ekosistem kelautan Bali.

Dalam kunjungan tersebut, pihak otoritas melakukan evaluasi terhadap kegiatan pemanfaatan ruang laut guna menyelaraskan operasional di lapangan dengan pemenuhan dokumen administratif yang dibutuhkan.

Pihak BTID menegaskan bahwa proses evaluasi dan peninjauan lapangan oleh Ditjen PSDKP ini berkaitan dengan koordinasi kepatuhan aturan pemanfaatan ruang laut secara umum, dan tidak terkait dengan proyek pembangunan marina.

Direktur Pengawasan Sumber Daya Kelautan Ditjen PSDKP Sumono Darwinto menyampaikan, evaluasi ini bertujuan untuk memastikan seluruh pelaku usaha mengikuti ketentuan yang ada.

Ia berharap hasil dari pemeriksaan ini dapat segera ditindaklanjuti, baik melalui mekanisme sanksi administratif maupun langkah pemulihan kembali sebagai bagian dari proses perbaikan.

“Pemerintah sangat mendukung investasi, terutama di kawasan-kawasan wisata. Namun, investasi tersebut harus memenuhi ketentuan yang ada dan tetap menjaga kelestarian sumber daya kelautan serta perikanan,” kata Sumono Darwinto.

Menanggapi hasil evaluasi tersebut, Kundarso, selaku Head of Licensing and Regulation BTID, menegaskan komitmen penuh perusahaan terhadap kepatuhan regulasi. BTID berkomitmen untuk melaksanakan seluruh temuan maupun rekomendasi dari tim PSDKP, termasuk dalam hal penyempurnaan perizinan terkait pemanfaatan ruang pesisir.

Sikap ini merupakan bentuk integritas perusahaan dalam menjaga standar operasional di kawasan proyek. Sebagai langkah konkret dalam menjaga keseimbangan ekosistem, BTID juga proaktif melakukan pemulihan lingkungan secara berkelanjutan.

Hingga saat ini, perusahaan telah melakukan restorasi dengan menanam 700 bibit mangrove. Menunjukkan komitmen pada keberlangsungan lingkungan, selain menanam 700 bibit mangrove, sejak belasan tahun silam BTID juga telah menanam 700 ribu bibit tanaman di kawasan.

Menanggapi hal ini Sumono Darminto mengapresiasi sikap kooperatif perusahaan yang menunjukkan sinyal positif bagi iklim investasi pariwisata yang bertanggung jawab.

“Nanti salah satu sanksinya bisa pemulihan kembali. Jadi memang nanti itu Bapak (BTID) sudah memulai dengan menanam (mangrove). Itu sebuah progres positif, langkah positif saya pikir,” kata Sumono.

Melalui langkah-langkah kolaboratif ini, BTID berharap dapat terus berkontribusi pada pertumbuhan ekonomi melalui sektor pariwisata tanpa mengesampingkan aspek
pelestarian lingkungan yang menjadi aset berharga bagi masyarakat Bali.

Follow and share Google News