Pullman Xchange Symphony of Element Hadirkan Seni Lukis dan Patung Karya Seniman Bertaraf Internasional

STAR-NEWS.ID Seni – Pameran seni Pullman Xchange Symphony of Element menjadi ruang berkolaborasi para seniman dan kreatif mengahadirkan karya lukis dan patung.

Pameran yang digelar oleh Pullman Bali Legian Beach ini berkolaborasi dengan Komunitas Seni Mangupura yang diramaikan oleh karya dua seniman Indonesia dengan rekam jejak internasional, Tatang Budi Santoso dan I Ketut Putrayasa.

Dikenal melalui narasi visual yang simbolis dan menggugah pemikiran, Tatang B.S telah berpartisipasi dalam berbagai pameran internasional, termasuk Olympic Fine Arts 2008 di Beijing dan The 6th Beijing International Art Biennale.

Karyanya, Borderless, juga menjadi bagian dari koleksi Olympic Museum di Lausanne, Swiss.

Sementara itu, pematung Bali I Ketut Putrayasa memiliki portofolio internasional dengan proyek dan pameran di Belgia, Prancis, Singapura hingga Turki.

Pencapaiannya meliputi Best Final Project Artwork di ISI Denpasar, karya monumental The Octopus Queen, instalasi bambu setinggi 25 meter yang meraih rekor MURI pada 2025 sebagai patung terbesar dari anyaman bambu di Indonesia.

Serta keterlibatannya dalam pertunjukan Kecak kolosal dengan 5.555 penari di Pantai Berawa, yang juga memperoleh pengakuan MURI pada 2018.

General Manager Pullman Bali Legian Beach Ravi Khubchandani mengatakan, Pullman Xchange Symphony of Element mencerminkan keindahan ketika berbagai suara kreatif hadir dalam satu ruang.

“Pameran seni tahunan ini merayakan keindahan keberagaman melalui perpaduan warna, bentuk, material dan perspektif, menciptakan ruang berbagai ekspresi artistik untuk mempertemukan para seniman dan berinteraksi dalam harmoni,” kata Ravi Khubchandani dalam pembukaan pameran pada Jumat, 23 Oktober 2026 lalu.

Menurutnya, setiap seniman dan disiplin memiliki identitasnya sendiri, namun ketika dipertemukan, semuanya dapat menciptakan koneksi dan perspektif baru.

“Melalui pameran ini, kami ingin menghadirkan pengalaman yang menarik, inspiratif, dan bermakna bagi para tamu dan komunitas, sekaligus terus memberikan ruang bagi kreativitas Indonesia,” ujarnya.

Pameran seni ini juga meghadirkan Dance Generation, kelompok tari asal Bali yang berhasil mencapai Quarter Finals Indonesia’s Got Talent 2023, dengan pertunjukan kontemporer yang memadukan koreografi dinamis dengan elemen akrobatik.

Sementara itu, panggung mode dari Debz Collections dan EP Art by Eka Plawa menapilkan para model dengan koreografi dari Lenny Hartono Management, yang memiliki portofolio di berbagai panggung termasuk New York Fashion Week 2023, Bali International Fashion Festival 2023, dan Miss Teenager Universe 2024.

EP Art by Eka Plawa juga membawa sentuhan tradisional dan kontemporer Bali melalui kostum, arahan artistik, serta presentasi panggung.

Melengkapi keseluruhan pengalaman, DJ Herllyna menghadirkan atmosfer musik sepanjang malam, menambah elemen lain ketika seni lukis, patung, mode, gerak, dan suara berpadu dalam narasi besar Symphony of Elements.

Follow and share Google News