STAR-NEWS.ID Kriminal – Divisi Hubungan Intemasional (Divhubinter) Polri melalui Sekretariat NCB-Interpol Indonesia, bekerja sama dengan jajaran Polda Bali, Polresta Denpasar, dan Polres Gianyar, berhasil melakukan penangkapan terhadap subjek Interpol Red Notice (IRN) yang merupakan buronan paling dicari di wilayah Eropa.
Tersangka bernama Costinel-Cosmin Zuleam (33), warga negara Rumania, ditangkap dalam operasi terpadu yang berlangsung selama tiga hari di wilayah hukum Polda Bali dibdaetah Denpasar pada 15 Januari 2026.
SES NCB Interpol Indonesia Divhubinter Polri Brigjen Pol Untung Widyatmoko mengatakan, Zuleam merupakan tokoh utama dalam kasus pembunuhan berencana dan perampokan sadis yang mengguncang publik Rumania.
ZCC terlibat dalam aksi kriminalitas yang sangat kejam di Kota Sibiu, Rumania yang terjadi pada 6 November 2023.
la bersama dua komplotannya menyusup ke rumah seorang pengusaha lokal, melakukan penyiksaan ekstrem terhadap korban hingga meninggal dunia, dan mengancam anak perempuan korban dengan senjata api.
Dalam aksi tersebut, para pelaku membawa kabur jam tangan mewah senilai 200.000 Euro.
“Yang bersangkutan merupakan pelaku tindak kejahatan pembunuhan dan perampokan dan menjadi the most wanted di Rumania maupun di Eropa,” jelas Brigjen Pol Untung saat konferensi pers di Polda Bali pada Selasa, 20 Februari 2026 malam.
ZCC, yang dikenal sebagai individu yang sangat berbahaya dan memiliki kecenderungan kekerasan tinggi, menjadi target utama perburuan internasional sejak surat perintah penangkapan dikeluarkan oleh Pengadilan Sibiu pada 19 November 2023.
“Malam ini subyek iRed Notice Interpol atas nama Costinel-Cosmin Zuleam akan kami terbangkan ke Bukares, Rumania untuk mempertanggungjawabkan perbuatanya dan esok hari semoga sudah tiba dengab selamat di Bukares, langsung dilakukan serangkaian proses administrasi dan tentunga akan diikuti dengan sidang,” kata Brigjen Pol Untung.
Costinel Cosmin Zuleam terdeteksi memasuki Indonesia pada 14 November 2023 dari Chengdu, China menuju Bandara Soekarno Hatta.
Ia diketahui pernah mencoba keluar Indonesia dengan data pemesanan tiket Air Asia QZ0554 dari Denpasar menuju Kuala Lumpur. Namun, dalam pengecekan, pelaku tidak tercatat dalam data perlintasan keimigrasian.
Setelah mendapatkan informasi tambahan dari NCB Bucharest melalui unggahan Facebook, ternyata subjek red notice itu terdeteksi masih berada di Indonesia.
“Penangkapan ini menunjukkan bahwa Indonesia bukan tempat yang aman bagi buronan internasional. Sinergi antara Interpol Indonesia dan jajaran Polda Bali menunjukkan respons tinggi terhadap ancaman kejahatan transnasional dan Internasional,” kata Untung.
Sementara itu, dikatakan Brigjen Pol Untung, dua rekan ZCC sebelumnya telah ditangkap di Irlandia serta Skotlandia dan dijatuhi hukuman penjara seumur hidup.







