Wartawan Tiongkok Rangkum Keindahan dan Keunikan Pulau Dewata dalam Buku A Leaf Of Bali

STAR-NEWS.ID Inspirasi – Buku A Leaf of Bali karya seorang reporter yang juga penggerak pertukaran budaya asal Tiongkok Ye Lu resmi diluncurkan di Bali Sabtu, 19 September 2026. Buku A Leaf of Bali, yang digambarkan dalam ‘selembar daun’ untuk mendokumentasikan keindahan alam, kepercayaan agama, budaya dan kehidupan sehari-hari di Bali.

Budayawan Bali Prof. Dr. I Made Bandem mengatakan, buku ‘A Leaf of Bali’ karya Ye Lu, isinya disampaikan secara atraktif dan impresif. Konten dari buku karya penulis asal China itu menurut Made Bandem, merepresentasikan hubungan antara kebudayaan China dan Bali.

“Ketika beliau menulis tentang buku ini, semua guntingan surat kabar yang terbit di China, di Beijing, dikirimkan ke saya. Karena dia seorang wartawan maka tulisannya itu konkuren, apa yang di dapat di lapangan itu yang ditulis dia,” kata Made Bandem saat menghadiri launching buku ‘A Leaf of Bali’.

Made Bandem juga melihat, buku karya Ye Lu punya warna tersendiri dan berbeda dibandingkan dengan buku-buku karya penulis lainnya. Penjelasan tentang apa yang ada di Bali secara menyeluruh menurutnya sangat komprehensif.

“Dia juga menyematkan gambar-gambar, memberikan keterangan secara komprehensif dari narasumber yang ia wawancara. Unik menurut saya,” jelas I Made Bandem

I Made Bandem berharap, buku berbahasa Mandarin itu dialihbahasakan ke dalam banyak bahasa terutama Bahasa Indonesia.

“Dari buku ini, kita berharap generasi muda Bali dapat belajar tentang hubungan antara Indonesia dengan China, khususnya Bali,” harap Made Bandem.

Buku A Leaf of Bali menjadi perantara pertukaran budaya dan pariwisata antar Bali dan Tiongkok.

Ye Lu menjelaskan, dalam buku pertamanya yang ditulis selama 2 tahun berisi tentang keindahan Pulau Dewata, tradisi dan budaya hingga keunikanya.

“Ada banyak yang saya list. Misalnya dalam 30 menit dari airport bisa sampai kunjungan mana. Satu jam bisa ke mana, satu jam setengah dan dua jam sampai tiga jam. Dan juga ada kabupaten-kabupaten saya menulis list di dalamnya, seperti Karangasem Water Palace, dan juga yang tourist sangat populer di Bali, yaitu Ubud,” kata Ye Lu.

Tak hanya itu, Ye Lu yang juga aktif sebagai pendidik bahasa Mandarin menulis tentang tempat-tempat wisata tersembunyi di beberapa kabupaten dan kota di Bali yang belum banyak di ketahui oleh wisatawan.

“Saya mau promosi destinasi yang orang kurang tahu, saya mau lebih banyak orang yang datang yang berkunjung ke Bali,” ujarnya.

Buku setebal 400 halaman yang ditulis pada masa Covid 19 ini juga mendapat dukungan dari Kedutaan Besar Republik Indonesia di Tiongkok dan Badan Promosi Pariwisata Bali.

“Bali Pulau yang sangat unik, ibarat kita bisa menjelajah langit mendaki di Gunung Agung, hingga sampai dasar laut dengan diving atau snorkeling, bisa yang cruise. Kalau suka yoga bisa ke Ubud, kalau suka party bisa ke Legian atau Kuta. Semua bisa dapat yang comfort zone sesuai selera,” kata Ye Lu.

Saat ini, Ye Lu memiliki harapan untuk merilis ulang ‘A Leaf of Bali’ dalam bahasa Indonesia dan Inggris.

“Tahun depan semoga bisa terbit versi bahasa Indonesia dan Inggris,” ujarnya.

Sebelum diluncurkan d Bali, buku A Leaf of Bali telah rrsmi diluncurkan di Beijing. Ia berharap dengan peljncuran buku perdananya bisa menjadi ajang promosi untuk pariwisata Bali.

Biografi

Pendidikan Bahasa Mandarin dan Pertukaran Budaya

Ye Lu adalah founder Bali Chinese Center yang didirikan pada tahun 2014. Lembaga ini menyediakan pelatihan bahasa Mandarin serta layanan penerjemahan bagi institusi lokal, hotel, dan instansi pemerintah.

Ia juga pendiri Asosiasi Pertukaran Budaya Tiongkok-Indonesia yang aktif mempromosikan interaksi antarwarga dan pertukaran budaya antara kedua negara. Di tingkat resmi, ia ditunjuk sebagai Konsultan Senior untuk Pasar Tiongkok oleh Bali Tourism Board dan menjabat sebagai kepala Indonesia–Linhai Hailian Station.

Ia mempromosikan hubungan budaya antara Linhai (Zhejiang) dan Bali dalam perannya bersama Federasi Tionghoa Perantauan (Overseas Chinese Federation).

Media dan Penulisan

Ye Lu adalah reporter senior untuk surat kabar International Daily News di Indonesia, dan telah lama meliput perkembangan di bidang ekonomi, perdagangan, budaya, serta pendidikan antara Tiongkok dan Indonesia.

Pada tahun 2026, ia menerbitkan buku berjudul ‘A Leaf of Bali’, yang menggunakan metafora ‘sehelai daun’ untuk mendokumentasikan keindahan alam, kepercayaan religius, dan kehidupan sehari-hari di Bali.

Buku tersebut mendapat dukungan dari Kedutaan Besar Republik Indonesia di Tiongkok dan Bali Tourism Board.

Kegiatan Sosial dan Urusan Publik

Ye Lu kerap berpartisipasi dalam kegiatan diplomasi publik antara Tiongkok dan Indonesia.

Sebagai contoh, ia menghadiri acara pertukaran Asia-Pacific Little Diplomats di Kedutaan Besar Republik Indonesia di Tiongkok. Di mana, ia memperkenalkan warisan budaya Bali seperti tarian tradisional, instrumen gamelan, dan sistem irigasi subak, kepada generasi muda Tiongkok.

Selain itu, sebagai perwakilan media, ia juga terlibat dalam wawancara bertema ‘Belt and Road’ serta peliputan budaya di Xinjiang dan berbagai wilayah lainnya.

Follow and share Google News