STAR-NEWS.ID Keuangan – Berdasarkan data Otoritas Jasa Keuangan (OJK), industri perbankan di Provinsi Bali masih tumbuh positif meskipun dengan laju pertumbuhan di bawah rata-rata nasional sebesar 11,73 % (yoy)
Berdasarkan lokasi bank hanya 4,73% (yoy) dan di lokasi kantor pusat yakni BPD dan BPR tumbuh sebesar 4,5 % (yoy).
Pertumbuhan kredit berdasarkan lokasi bank maupun lokasi proyek, keduanya juga tumbuh lebih tinggi dibandingkan posisi tahun sebelumnya, masing-masing di 7,91% (yoy) dan 10,03 % (yoy).
“Jadi biasanya lokasi proyek memang lebih tinggi daripada lokasi bank. Karena banyak ternyata bank-bank di luar Bali itu yang memberikan pembiayaan atau kredit kepada proyek-proyek yang ada di Bali,” kata Kepala Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Bali di Denpasar, Selasa, 15 September 2026.
Parjiman mengatakan, penyaluran kredit yang berkantor pusat di Bali, mencakup 31% dari total kredit di Bali dengan tumbuh itu 6,91% (yoy).
Kemudian DPK, terjadi perlambatan pertumbuhan dari 9,42% (yoy) menjadi hanya 4,83% (yoy) yang diakibatkan oleh perlambatan dari pertumbuhan deposito.
“Jadi sebetulnya masih tumbuh, tapi tumbuhnya itu melandai gitu, menurun. Yang agak tampak signifikan itu di deposito dari 10% hanya menjadi 0,38%, dan tabungan dari 10,23% menjadi 4,48. Tapi ini terjadinya mayoritas di Himbara dan juga bank swasta nasional,” jelasnya.
Sejalan dengan turunnya DPK maupun kredit, fungsi intermediasi juga menunjukkan tren yang justru meningkat dari 57,31% (yoy)menjadi 59% di posisi Juli 2026.
“Ini terjadi mungkin penurunan kredit itu lebih kecil ya daripada penurunan DPK sehingga LDR-nya itu meningkat,” ujarnya.
Parjiman menjelaskan, untuk perbankan yang berkantor pusat di Bali yakni BPD dan BPR memiliki LDR lebih tinggi dibandingkan dengan Himbara maupun bank swasta nasional,nyaitu di 75,38 % (yoy). Jika dlihat dari NPL-nya pada Juli 2026 berada di level terjaga, yaitu di bawah 5% cenderung membaik atau menurun.
Berdasarkan jenis penggunaannya, investasi masih mendominasi kredit di perbankan Bali sebesar 37,01% (yoy)
“Ini tumbuh signifikan dari sebelumnya 13,61% (yoy) menjadi 23,25% (yoy),” ungkapnya.






