STAR-NEWS.ID Nasional – Pemerintah Provinsi Bali menambah penyertaan modal ke Bank Pembangunan Daerah (BPD) Bali, untuk keberlanjutan perekonomian dan memperkuat peran Bank Daerah.
Hal itu diungkapkan Gubernur Bali Wayan Koster dalam Rapat Paripurna ke-21 Masa Persidangan II Tahun Sidang 2025-2026 di Wiswa Sabha Utama Kantor Gubernur Bali, Rabu, 14 Januari 2026.
Koster menjelaskan, berdasarkan kajian investasi, total keseluruhan penambahan penyertaan modal untuk Bank BPD Bali sebesar Rp445 Miliar.
Dari total itu, sebesar Rp300 Miliar untuk penyertaan modal dan Rp145 Miliar sebagai inbreng aset tanah.
“Kita memastikan, pendapatan dari yang Rp300 Miliar itu Rp75 miliar pertahun selama-lamanya. Maka diperda saya mohon ini supaya menjadi penyertaan abadi,” kata Koster.
Koster menjelaskan, skema penyertaan modal ini dirancang tidak hanya untuk memperkuat struktur permodalan bank dan mempercepat pemenuhan ambang modal inti menuju KBMI, tetapi juga untuk menjaga rasio kecukupan modal dan ketahanan risiko di tengah peningkatan kebutuhan pembiayaan daerah.
“Pemerintah Provinsi Bali berkomitmen melaksanakan penyertaan modal ini secara hati-hati, transparan, dan bertanggung jawab, dengan tetap menjunjung prinsip tata kelola yang baik,” jelasnya.
Koster menyebut, penguatan permodalan Bank BPD Bali bukan semata-mata keputusan bisnis, melainkan langkah strategis agar bank daerah tetap kuat, berdaya saing, serta mampu menjaga kepercayaan masyarakat dan dunia usaha di Bali
Menurutnya, kinerja Bank Pembangunan Daerah Bali menunjukkan kondisi yang sehat, dengan tingkat profitabilitas yang baik, kualitas aset yang terjaga, serta likuiditas dan permodalan yang memadai.
Penyertaan modal daerah ini juga diharapkan dapat memperluas pembiayaan sektor produktif, khususnya UMKM, memperkuat layanan keuangan pemerintah daerah, serta mendorong transformasi digital yang semakin efisien dan akuntabel.







