Simak, Ini Do’s and Don’ts yang Wajib Ditaati Pelari saat Ikuti Bali Tourism Run di Jatiluwih

STAR-NEWS.ID Tourism – Ketegangan geopolitik Timur Tengah berdampak pada menurunya kunjungan wisatawan asing ke Pulau Dewata. Kepala Pengelola DTW Jatiluwih John Ketut Purna menyebut, pada 2026 kunjungan wisatawan ke Jatiluwih diprediksi menurun hingga 15%.

Untuk mendongkrak animo wisatawan berkunjung ke kawasan DTW Jatiluwih, pengelola melakukan berbagai upaya seperti festival tahunan yakni, Festival Jatiluwih yang akan dirangkaikan dengan Bali Tourism Run.

Gelaran fun run ini merupakan perayaan menuju seabad pariwista Bali, perayaan menyambut seabad pariwisata Bali, yang digelar Association of The Indonesian Tours and Travel Agencies (ASITA) Bali yang akan di gelar di Kawasan Sawah Berundak warisan budaya dunia UNESCO.

“Yang pertama sih, 2026 ini kita mengadakan Jatiluwih Run ya, namanya, Bali Tourism Run yang diadakan di Jatiluwih. Itu akan membawa dampak luar biasa. Karena kita berharap lebih dari 2.000 pelari akan datang ke Jatiluwih,” jelas John Purna dalam acara Bali & Beyond Travel Fair (BBTF) 2026 di Nusa Dua, pada Sabtu, 30 Mei 2026.

John Purna menambahkan, kapasitas atau carrying capacity DTW Jatiluwih bisa menampung sekitar 5000 pengunjung. Untuk itu, dengan target 2000 pelari dipastikan tidak akan mengganggu aktifitas masyarakat.

Dikatakan John, pihaknya juga menerapkan do’s and don’ts yang harus ditaati oleh pelari.

“Yang tidak boleh dilakukan oleh peserta itu, berjalan di pematang sawah dalam rombongan berjumlah besar. Karena itu yang sering merusak,” kata John Purna.

Hal lain yang wajib diikuti oleh para pelari yakni, tidak boleh memetik padi di sepanjang rute yang dilewati. Dikatakan, saat ini persawahan di Jatiluwih tengah memasuki masa panen dan banyak petani yang beraktifitas.

Peringatan resmi itu akan disampaikan kepada peserta saat pengambilan race pack. Event wisata olahraga itu mengambil start dari Museum UNESCO dan akan berakhir di lokasi yang sama. Dengan satu kategori rute berjarak 5K.

“Saat pelaksanaan Bali Tourism Run nanti memang padi sedang menguning dan pemandangannya bagus, tapi kita harus memberikan disclaimer untuk peserta,” kata John.

Follow and share Google News