STAR-NEWS.ID Tourism – Daya Tarik Wisata (DTW) Danu Ulun Beratan, di daerah Bedugul, Bali terkenal dengan pura ikonik yang berdiri di atas danau dengan pemandangan alam pegunungan dan taman bunga yang indah menjadkan kawasan ini semakin semakin mempesona.
Pada musim libur panjang daerah wisata ini menjadi salah satu destinasi wisata yang masuk ke dalam travel list musim liburan bagi wisatawan asing maupun lokal.
Dengan hanya mengeluarkan kocek sebesar Rp50 ribu untuk wisatawan domestik dan Rp100 ribu untuk turis asing, pengunjung dari berbagai daerah dan penjuru dunia bisa menghabiskan waktu untuk menikmati indahnya pemandangan di kawasan ini dengan keluarga atau sahabat.
Humas DTW Ulun Danu Beratan Agus Teja Saputra mengatakan, pada musim liburan sekolah kunjungan wisatawan meningkat ke angka 1.500 hingga 2.000 pengunjung, dengan perbandingan hampir sama antara wisatawan domestik maupun mancanegara.
“Kalau domestik yang masih mendominasi itu Jawa Timur sama Jogja. Kalau yang asing masih India. Beberapa Eropa sudah mulai datang, tapi yang masih banyak itu India,” jelas Agus Teja di DTW Ulun Danu Beratan, Kamis, 2 Juli 2026.
Untuk menjadikan kawasan ini semakin menarik dan diminati wisatawa , pengelola DTW Ulun Danu Beratan mengadakan berbagai atraksi seperti, parade gebokan, tari Bali maupun tari Barong.
“Tujuannya kita adakan pentas budaya tari Barong itu memang untuk meningkatkan kunjungan yang ada di Bedugul atau Ulun Danu Beratan pada khususnya,” ujarnya.

Menurutnya, dengan adanya pementasan barong ini, waktu berkunjung para wisatawan menjadi lebih lama lantaran selain menikmati indahnya kawasan Danu Ulun Beratan, wisatawan juga antusias menyaksikan atraksi tari barong yang digelar setiap hari di kawasan ini.
“Jadi mereka ketika kita informasi akan ada pementasan barong, mereka justru stay lebih lama menunggu pementasan itu kita selenggarakan. Yang biasanya mereka paling di Bedugul 3 jam sudah ke destinasi berikutnya, kalau sekarang spare waktunya lebih panjang,” kata Agus Teja.
Agus Teja berharap, dengan adanya atraksi budaya yang dipentaskan di kawasan wisata ini, akan semakin meningkatkan kunjungan wisatawan.
Sementara itu, salah satu wisatawan asal Lampung Raditya mengaku sangat excited saat mengunjungi DTW Danu Ulun Beratan dengan segala keindahan dan budaya yang dimilikinya.
Raditya yang baru pertama kali berkunjung ke Pulau Dewata ini pun merasa sangat beruntung saat diajak oleh salah satu penari untuk menirukan gaya monyet di hadapan wisatawan yang menonton pentas budaya.
“Kesenian ini sangat bagus banget, jadi kami sebagai pecinta tari juga excited untuk menontonnya juga kan. Terus tadi pas ditarik, agak lumayan kaget karena kan, apa lagi berperan sebagai monyet gitu kan. Jadi mengikuti si monyetnya juga, kita harus totalitas juga sebenarnya,” kata Raditya.
Sebagai pecinta seni, Raditya berharap agar kesenian tradisional di Bali tetap dilestarikan dan dijaga agar tidak punah.







