STAR-NEWS.ID Culture – Kawasan Suci Tanah Lot merupakan Destinasi Wisata dengan keunikan dan keindahan panorama yang didukung pemandangan Pura Luhur Tanah Lot serta beberapa tempat suci yang ada di sekitarnya, menjadi tempat wisata yang religius dan menawan setiap wisatawan yang pernah mengunjunginya.
Sebagai kawasan yang religius, Tanah Lot mampu mendatangkan ribuan wisatawan setiap harinya. Selain keindahan, beberapa event digelar untuk menarik wisatawan seperti Tanah Lot Art & Food Festival yang akan digelar pada 28 hingga 30 Agustus 2026.
Memasuki tahun ke-7, Tanah Lot Art & Food Festival mengusung tema Samudrasakto RaksanamMagat Samyaya, yang mempunyai makna, ‘Menjaga Kekuatan Samudra menuju Keharmonisan dan Keseimbangan Alam Semesta’.
Selain menampilkan budaya dan alam, festival tahun ini juga menampilkan kuliner lokal Tanah Lot dengan ciri khasnya.
Manager DTW Tanah Lot Tabanan I Wayan Sudiana mengatakan, dalam festival ke-7 kali ini terdapat 30 stan kuliner, 10 stan IKM dan 26 stan night market.
“Kita sudah banyak menyiapkan, tapi masih banyak anima daripada pelaku usaha baik IKM, UMKM, dan night market itu yang ingin datang ke sini,” kata Wayan Sudiana, Senin, 24 Agustus 2026.
Berikut deretan, kuliner otentik khas Tanah Lot Tabanan yang bisa dinikmati oleh wisatawan yang berkunjung ke Tanah Lot Art & Food Festival 2026
1. Jukut Gonda
Jukut Gonda merupakan kuliner tradisional khas Tabanan yang dibuat dari pucuk tanaman gonda, sayuran air yang tumbuh subur di area persawahan. Memiliki tekstur lembut dengan cita rasa segar yang khas, jukut gonda diolah menggunakan bumbu bawang putih dan cabai sehingga menghasilkan hidangan yang sederhana namun kaya akan rasa. Lebih dari sekadar makanan, jukut gonda menjadi simbol kearifan lokal dan erat kaitannya dengan budaya pertanian Subak yang telah diwariskan turun-temurun di Tabanan.
2. Lindung Metunu Sambal Bejek
Lindung Metutu Sambal Bejek, hidangan khas Tabanan yang terbuat dari belut sawah pilihan, dibumbui dengan rempah khas Bali (base genep), lalu dimasak secara tradisional dengan teknik metutu menggunakan balutan daun pisang hingga menghasilkan cita rasa gurih dan aroma yang khas. Disajikan bersama sambal bejek yang pedas dan segar, hidangan ini menghadirkan perpaduan rasa autentik yang mencerminkan kekayaan kuliner dan warisan budaya Bali.
3. Kakul Suna Cekuh
Kakul Suna Cekuh merupakan hidangan tradisional khas Bali berbahan dasa keong sawah yang diolah dengan perpaduan bawang putih, kencur, dan rempah-rempah khas Bali. Memiliki cita rasa gurih, pedas, dan aroma rempah yang khas, dengan tekstur kakul yang kenyal dan lezat. Sajian ini menjadi salah satu warisan kuliner Bali yang mencerminkan kekayaan alam. budaya, dan tradisi masyarakat agraris.
4.Pesan Testes
Pesan (Pepes) Tes-Tes adalah warisan kuliner khas Tabanan yang mengangkat kekayaan hasil perairan dan rempah-rempah Bali. Anak ikan air tawar (tes-tes) dipadukan dengan base genep pilihan. dibungkus daun pisang, lalu dimasak secara tradisional hingga menghasilkan aroma yang khas dan cita rasa yang kaya. Hidangan ini menjadi simbol kearifan masyarakat Tabanan dalam menjaga tradisi kuliner yang sederhana, autentik, dan sarat nilai budaya
5. Kuah Kakul
Kuah Kakul merupakan warisan kuliner khas Tabanan yang lahir dari kekayaan alam persawahan dan tradisi memasak masyarakat Bali. Kakul segar dipadukan dengan base genep pilihan. menghasilkan kuah rempah yang kaya rasa, harum, dan menggugah selera. Setiap sajian mencerminkan harmoni antara hasil alam, budaya Subak, dan kearifan lokal yang terus dijaga dari generasi ke generasi.
6. Rujak Bir
Rujak Bir, minuman warisan khas Tabanan kuah rujak berbumbu rempah tradisional Balli, memadukan kesegaran kelapa muda dengan Menghadirkan harmoni rasa manis, pedas, asam, dan segar, minuman ini menjadi simbol kreativitas kuliner lokal menjadi sajian yang khas dan berkarakter. Meski masyarakat Tabanan dalam mengolah bahan-bahan namanya mengandung kata bir, minuman ini sepenuhnya bebas alkohol, sehingga dapat dinikmati oleh semua kalangan.
7. Jaje Uli Tape
Jaje Uli Tape merupakan warisan kuliner khas Bali yang menghadirkan harmoni rasa dalam setiap sajian. Uli berbahan beras ketan dan kelapa dipadukan dengan tape ketan hasil fermentasi alami, menghasilkan perpaduan rasa gurih, manis, dan sedikit asam yang khas. Lebih dari sekadar jajanan tradisional, Jaje Uli Tape mencerminkan kekayaan budaya, kebersamaan, dan kearifan lokal yang terus diwariskan dari generasi ke generasi.
8. Rujak Tibah (Mengkudu)
Minuman tradisional khas Bali berbahan sari buah tibah (mengkudu), diracik dengan bumbu rujak khas Bali yang menghadirkan cita rasa segar, asam, manis, pedas, dan gurih dalam satu tegukan.
Buah tibah segar dihancurkan dan diperas untuk diambil sarinya, kemudian dicampur dengan air matang, gula, garam, cabai, dan perasan jeruk hingga menghasilkan rasa segar, asam, manis, pedas, dan gurih.
9. Loloh Cem Cem
Gita rasa otentik minuman herbal khas Bali. Menghadirkan keseimbangan rasa manis, asam, dan gurih yang kaya, disempurnakan oleh kesegaran bulir kelapa muda di setiap tegukan.







