STAR-NEWS.ID Tourism – Jatiluwih Festival VII 2026 bakal jadi ajang budaya dan olahraga yang akan digelar di kawasan warisan budaya dunia UNESCO, Jatiluwih, pada 20-21 Mei 2026
Manager Manajemen Operasional DTW Jatiluwih John Ketut Purna mengungkapkan, perhelatan tahun ini dipastikan menjadi edisi paling istimewa lantaran untuk pertama kalinya, Jatiluwih Festival berhasil lolos kurasi ketat dan masuk ke dalam kalender Karisma Event Nusantara (KEN) 2026 yang diselenggarakan oleh Kementerian Pariwisata (Kemenpar) RI.
“Masuknya festival ini ke dalam program KEN menjadi bukti pengakuan nasional terhadap konsistensi Jatiluwih dalam menjaga kelestarian alam (eco-tourism), kearifan lokal sistem Subak, serta dampaknya yang nyata bagi perekonomian UMKM lokal,” kata John Ketut Purna di Denpasar, Rabu, 27 Mei 2026.
John Ketut Purna menjelaskan, pada hari kedua festival, akan digelar ajang olahraga Run 5K yang perdana diadakan di kawasan Jatiluwih.
Event lari ini diinisiasi secara khusus oleh ASITA untuk memperingati 100 Tahun Pariwisata Bali. Ajang ini ditargetkan mampu mengundang dan menghadirkan sedikitnya 2.000 pelari dari berbagai komunitas lari di seluruh Bali.
“Para peserta nantinya akan merasakan sensasi unik berlari dengan latar belakang udara sejuk pegunungan dan panorama hamparan sawah terasering yang ikonik,” kata John Purna.
Dikatakan John, Jatiluwih Festival VII bukan sekadar selebrasi budaya, melainkan simbol kebangkitan pariwisata Bali yang berkualitas dan berkelanjutan.
“Masuknya festival ini ke dalam KEN Kemenpar serta kolaborasi bersama ASITA melalui Run 5K adalah bukti nyata bahwa alam, olahraga, dan budaya bisa berjalan beriringan untuk menggerakkan ekonomi masyarakat,” ujarnya.
Ia menjelsakan, kehadiran 2.000 pelari di hari kedua festival akan memberikan dampak multiplayer effect yang signifikan bagi ekosistem pariwisata lokal, mulai dari keterisian akomodasi (homestay), warung-warung lokal, hingga pengenalan produk pertanian unggulan Jatiluwih seperti beras merah dan kopi.
Selain ajang lari yang memacu adrenalin, selama dua hari penuh pengunjung festival akan disuguhkan berbagai kegiatan autentik seperti, pertunjukan seni dan budaya tradisional Bali di alam terbuka, pameran produk unggulan serta kuliner lokal dari 40 UMKM Tabanan, hingga edukasi pertanian subak.
“Penggabungan dua event wisata ini akan memberikan dampak langsung untuk masyarakat. Kita targetkan dua ribu peserta dan mereka dapat kupon senilai Rp25 ribu untuk ditukar jajanan di stan UMKM,” kata John.
Festival Jatiluwih VII mengambil tema ‘In Balance With Nature, Inspired by Tradition’. Ditargetkan, dengan adanya festival jumlah kunjungan akan meningkat.
“Kalau rata-rata per hari sebelumnya di angka 500-600 kunjungan, tapi sekarang sudah naik 900-1.000 orang per hari,” jelas John.
Pihak panitia saat ini telah membuka pendaftaran untuk Run 5K secara daring. Masyarakat lokal maupun wisatawan domestik dan mancanegara diharapkan untuk hadir dan menjadi bagian dari momen bersejarah di Jatiluwih Festival VII ini.







